19 Agustus 2021 | Dilihat: 1264 Kali
Prihatin Desa Sambujang  Hidup Berpuluh Tahun Dalam “Kegelapan Dan Dahaga" : PEMERHATI KEBIJAKAN DAN HUKUM PUBLIK "TEGUR" DPR DAN BUPATI TOLITOLI
noeh21
Dr Haji Irwanto Lubis, SH.MH



Palu | infoaktual.id |Pemerhati Kebijakan Dan Hukum  Publik, Haji Irwanto Lubis “tegur” pemangku kebijakan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng). “Teguran” Bang Iwan, sapaan akrab Irwanto Lubis membidik Legislatif  dan Eksekutif, yakni anggota DPR dan Bupati Tolitoli.

Perhatian untuk para Legislatif dan Eksekutif, agar dapat memperhatikan nasib Daerah tersebut, demikian antara lain pernyataan praktisi Hukum Sulteng bergelar Doktor atas keprihatinanya terhadap kehidupan Masyarakat Desa Sambujang yang hidup berpuluh tahun dalam kegelapan dan dahaga, tidak ada Listrik, tak ada pula ketersediaan air bersih, air minum.

“Jangan hanya mau menikmati uang rakyat saja  dengan segala fasilitasmu. Bukan kah fasilitasmu itu dari Rakyat oleh Rakyat dan untuk Rakyat. Mengertikah kalian makna itu,” tegas bang Iwan, mantan anggota Legislator  Sulteng dalam menanggapi berita pilu warga Sambujang di Media Online infoaktua.id yang menyadur naskah asli  jurnaltelegraf dini hari Kamis (19 Agustus 2021).

Lakukan lah, bidik pria Medan beristrikan putri Polisi almarhum Rori asal kota Cengkeh Tolitoli, Rahma itu, jangan hanya menjelang Pemilu kalian mempunyai visi misi ingin mensejahtrakan Rakyat. Mana  karyamu para Anggota DPR dan Bupati Tolitoli. Hal tersebut diungkapkan Haji Iwan di Grup WhatsApp infoaktual.id, 02.20 Wita dini hari, Kamis 19/8/2021. 

Berita dekadensi "kegelapan dan dahaga" Sambujang itu berjudul 76 Tahun Sudah RI Merdeka, Depan Matanya Kabupaten Tolitoli PULAU PANDAN DESA SAMBUJANG TETAP GELAP GULITA, OH TUHAN, berikut berita selengkapnya.

Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), merupakan salah satu  daerah di Sulteng penyumbang terbasar produksi Cengkeh. Sulteng juga dikenal pemasok produksi Cengkeh ke tiga  di Indonesia, setelah Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.

Kendati begitu, ternyata Kabupaten seluas 4.079,77 km² dengan jumlah penduduk 220.411 jiwa pada 2020ini, depan matanya masih terdapat Desa yang belum tersentuh jaringan Listri sejak Indonesia Merdeka, 76 tahun silam, oh tuhan.
 


Desa dimaksud adalah Sambujang, Kecamatan Ogodeide, terletak disebuah pulau cekil, hanya sekitar 11 KM arah barat Kota Tolitoli, dengan akses jalan lewati jembatan penyeberangan tak kurang sepanjang 300 meter dari daratan Desa tetangga.

Belum diketahui berapa warga yang bermukim di pulau ini. Namun yang pasti, penduduk pulau mungil bernilai Destinasi Wisata spot bakau dan laut yang menggenangi teluk sekitar Sambujang itu sekita 877 jiwa, dengan angka miskin ada 47 orang.

Salah seorang warga penduduk mengaku tidak merasakan arti kemerdekaan RI ini, karena mereka belum merdeka dari penerangan listrik. Sebab itu, Dia berharap pemerintah memperhatikan warga di desanya.

“ Bagaimana penerangan itu kami pun tidak tahu. Warga di sini belum pernah merasakan penerangan, karena belum ada listrik. Kami pakai genset saat malam hari,” sebut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Senin  (17/8/2021).

Mengingat pada sekitar  5Km mendekati Sambujang, medan jalannya sempit, berkelok-kelok dan  hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sampai akhirnya sampai di jembatan penyeberangan tadi. Pastinya, untuk bisa mencapai pulau Desa itu diperlukan waktu sekitar satu setengah jam 1,5 jam dari pusat Kota.

Pada malam hari, hanya segelintir warga mampu menggunakan mesin jenset, lainnya terpaksa harus hidup dalam kegelapan. Warga mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan ke PLN maupun pemerintah Daerah, namun sampai saat ini, nihil.

“Sejak Desa ini berdiri, sampai sekarang 2021 warga kami belum mendapat aliran listrik, belum sekalipun kami rasakan sarana PLN,” keluhnya.

Tidak hanya soal penerangan, Desa yang dijuluki pulau pandan ini juga memiliki banyak persoalan. Infrastruktur jalan tidak memadai. Demikiaan halnya Air bersi, harus diambil di darat dengan menggunakan sampan, lantaran memang belum ada PDAM.

Sejak lama Masyarakat hidup pasrah dalam janji-janji “manis”. Sebab itu, melalui Media ini mereka menggantungkan berharap supaya arti kemerdekaan yang telah dinikmati Rakyat di Desa lain, di Bumi Pertiwi ini dapat juga mereka rasakan di pulau Panda Desa Sambujang .

“Bukalah mata hati kalian Pemerintah dan PLN, kami sangat berharap, beri apa yang layak kami terima, kami butuh penerangan, bukan janji-janji saat mau pemilu,” pintanya. (legitha aswardy/din).


 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963